JEPARA – Tenun Troso dikembangkan menjadi busana modern untuk memperluas pasar. Pengembangan ini ditampilkan melalui karya desain perempuan di Gedung Shima, kompleks Setda Jepara, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan tersebut merupakan lomba desain busana tenun Troso yang diikuti 16 Tim Penggerak (TP) PKK kecamatan se-Kabupaten Jepara. Ajang ini mengusung tema “Javanica Opulence”.
Ketua TP PKK Kabupaten Jepara Laila Saidah Witiarso Utomo, menjelaskan konsep tersebut menekankan estetika etnik dan kearifan lokal Jawa dalam balutan busana modern.
Tenun Troso, dinilai tidak hanya bernilai budaya. Kain ini juga menjadi bagian dari identitas masyarakat Jepara. “Setiap helai tenun Troso mencerminkan kerja pengrajin dan tradisi yang harus dijaga serta terus dikembangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan wastra menjadi bagian dari upaya mendorong peran perempuan dalam sektor ekonomi kreatif. Melalui PKK, perempuan didorong terlibat dalam pengembangan desain dan pemanfaatan produk daerah.
Ketua panitia, Rini Hartaya, mengatakan acara ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbusana berbasis produk lokal. Upaya tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kain khas daerah. “Kami mendorong penggunaan produk lokal serta kreativitas dalam pengembangan desain busana berbasis tenun Troso,” kata dia.
Ia menambahkan, penilaian lomba mencakup pola desain, narasi, dan kreativitas. Selain itu, kemampuan peserta dalam memperagakan busana juga menjadi pertimbangan juri. (DiskominfoJepara/AP)



