JEPARA – Dalam rangka memperingati Hari Tri Suci Waisak 2570 TB/2026 M, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Jawa Tengah menggelar bakti sosial dan pengobatan gratis di Vihara Eka Dhamma Loka, Desa Kunir, Kecamatan Keling, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jepara H. Witiarso Utomo yang diwakili Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara, Hasanuddin. Turut hadir jajaran WALUBI Jawa Tengah, tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta masyarakat dari Desa Kunir dan sejumlah desa di sekitarnya.
Ketua WALUBI Jawa Tengah, Tanto S. Harsono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi umat Buddha, tetapi juga bagi masyarakat umum di lingkungan sekitar vihara.
“Bakti sosial ini bukan hanya untuk umat Buddha. Masyarakat sekitar vihara juga dapat merasakan manfaatnya. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat membantu warga sekitar sekaligus umat Buddha di Desa Kunir,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, WALUBI Jawa Tengah menyalurkan sebanyak 1.200 paket sembako, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, serta bantuan ratusan kacamata bagi masyarakat. Antusiasme warga terlihat tinggi dengan memadati area vihara sejak pagi hari untuk mengikuti berbagai layanan yang disediakan.
Mewakili Bupati Jepara, Hasanuddin menyampaikan permohonan maaf karena Bupati belum dapat hadir secara langsung. Ia juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosial yang dinilai mencerminkan semangat toleransi, kebersamaan, dan kepedulian antarsesama.
Dalam sambutan tertulis Bupati Jepara yang disampaikan Hasanuddin, Bupati mengucapkan Selamat Hari Tri Suci Waisak 2570 TB/2026 M kepada seluruh umat Buddha di Kabupaten Jepara.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jepara, saya mengucapkan Selamat Memperingati Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era kepada seluruh umat Buddha di Kabupaten Jepara. Semoga momentum Waisak tahun ini membawa kebahagiaan, ketenteraman, dan kedamaian yang mendalam bagi kita semua,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga bersama. Menurutnya, kemajuan daerah dapat terwujud bukan karena masyarakat memiliki latar belakang yang sama, melainkan karena mampu hidup berdampingan dalam harmoni.
“Kita maju bukan karena kita seragam, tetapi karena kita mampu berjalan beriringan dalam keberagaman. Oleh karena itu, merawat kebersamaan adalah sebuah kewajiban dan ikhtiar yang harus terus diupayakan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati mengapresiasi aksi nyata WALUBI Jawa Tengah yang telah menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun kelompok tertentu.
“Saya sangat tersentuh mendengar laporan bahwa dalam kegiatan ini dibagikan 1.200 paket sembako. Bantuan ini tidak memandang latar belakang agama penerimanya dan dibagikan secara merata kepada masyarakat. Ini merupakan aksi kemanusiaan yang sangat konkret,” katanya.
Menurut Bupati, kegiatan sosial seperti ini sejalan dengan visi pembangunan Jepara MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius). Nilai religius yang dimaksud bukan sekadar pelaksanaan ibadah secara internal masing-masing agama, melainkan juga diwujudkan melalui kepedulian sosial, toleransi, dan semangat berbagi kepada sesama.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap semangat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama terus terjaga, sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. (DiskominfoJepara/MB)



