JAKARTA – Bupati Jepara, Witiarso Utomo, melakukan langkah strategis melalui audiensi dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat realisasi sejumlah proyek infrastruktur vital di Bumi Kartini, di Jakarta, pada Kamis, (12/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati yang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Hery Yulianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rini Patmini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dhofir, serta Direktur PDAM Lukman Hakim diterima oleh Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Infrastruktur Cipta Karya Pandu Gunadi.
Fokus utama diskusi tertuju pada pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu – Refuse Derived Fuel (TPST RDF) Bandengan berkapasitas 100 ton per hari yang saat ini readiness criteria-nya sudah mencapai 90%, di mana Kementerian PU tengah memfasilitasi penyesuaian desain teknologi agar lebih efisien dan ditargetkan masuk tahap lelang pada triwulan ketiga tahun 2026.
Untuk memaksimalkan kinerja TPST tersebut, Mas Wiwit sapaan akrab Witiarso Utomo, juga mendorong pembangunan 12 unit TPS3R sebagai penguat pemilahan sampah di sektor hulu. Ia menegaskan komitmennya untuk segera menuntaskan hambatan teknis yang ada demi kesejahteraan masyarakat.
”Kami ingin memastikan seluruh persiapan dokumen dan teknis lapangan terpenuhi, terutama penyesuaian desain TPST dan peninjauan kembali kapasitas Embung Kalimati oleh BBWS agar proyek infrastruktur ini benar-benar efisien, dan bermanfaat untuk jangka panjang,” ujarnya.
Menanggapi paparan tersebut, Pandu Gunadi memberikan respon positif atas inisiatif Pemkab Jepara dan menyatakan kesiapannya dalam mengawal proyek-proyek strategis tersebut.
”Kami mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kabupaten Jepara dalam menyiapkan readiness criteria dan akan segera menindaklanjuti perubahan desain teknis TPST serta koordinasi dengan BBWS terkait kapasitas IPA Embung Kalimati agar target fungsionalitas infrastruktur dapat tercapai secara optimal,” tegas Pandu.
Pertemuan tersebut juga membahas sektor air minum melalui usulan IPA Embung Kalimati berkapasitas 50.000 m3/hari, serta rencana penataan kawasan tematik pariwisata di Mulyoharjo dan Soekarno Hatta, maupun kawasan cagar budaya di Pendopo. Terkait sektor sanitasi, Kementerian PU memberikan apresiasi atas pengelolaan Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) di Jepara yang dinilai baik, dan merespon positif usulan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pedesaan serta rencana penyempurnaan IPLT baru sebagai bagian dari restrukturisasi pasca pembangunan TPST RDF. (DiskominfoJepara/YFR)


