JEPARA – Pengajian umum dalam rangka Haul Kanjeng Adipati Tjitrosomo ke-284 digelar di halaman parkir depan Makam Tjitrosomo kawasan Masjid Wali Desa Sendang Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Kamis (25/6), bertepatan dengan 11 Muharram 1447 Hijriah. Untuk mengenang jasa dan keteladanan Kanjeng Adipati Tjitrosomo sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan masyarakat sebagai rangkaian peringatan Haul Kanjeng Adipati Tjitrosomo Ke-284.
Acara diawali dengan pembacaan Ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz H. Ahmad Yazid, dilanjutkan Tahlil umum dan doa bersama. Ratusan jamaah mengikuti kegiatan dengan khusuk dan khidmat. Acara semacam ini menjadi agenda Tahunan masyarakat sekitar Makam terutama warga Desa Sendang.
Apresiasi atas dukungan masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan tradisi haul sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan tokoh yang berjasa bagi Jepara, hal ini disampaikan ketua panitia Modin Nurul Huda dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu juga disalurkan santunan kepada 29 anak yatim dan 25 dhuafa. Bantuan yang bersumber dari BAZNAS Kabupaten Jepara dan Masyarakat Desa Sendang tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, S.E., didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Jepara M. Nasrullah Huda, Camat Kalinyamatan Umrotun, S.Sos., M.H. dan tokoh Agama setempat.
Bupati Jepara, H.Witiarso Utomo yang akrab disapa Mas Wiwit dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan momentum haul sebagai sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan ketakwaan,menumbuhkan kepedulian terhadap sesama serta meneladani kebaikan Sang Adipati yang berjasa khususnya di Desa Sendang dan umumnya Kabupaten Jepara. Menurutnya, keberkahan sebuah daerah tidak hanya diukur dari kemajuan pembangunan, tetapi juga dari kuatnya nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan semangat gotong-royong yang hidup di tengah masyarakat.
”Mari kita terus mendoakan seluruh masyarakat Jepara, khususnya warga Desa Sendang khususnya dan Warga Kecamatan Kalinyamatan pada umumnya, agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran rezeki, serta keberkahan dalam kehidupan oleh Allah SWT. Semoga Jepara menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar Mas Wiwit.
Mas Wiwit mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian Haul Kanjeng Adipati Tjitrosomo yang telah dimulai sejak sehari sebelumnya melalui kirab budaya.
”Alhamdulillah, pelaksanaan kirab dan rangkaian haul tahun ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Semoga tradisi yang baik ini terus terjaga dan dapat dipersiapkan lebih baik lagi pada tahun-tahun mendatang,” katanya.
Haul bukan sekadar mengenang tokoh yang telah wafat, melainkan menjadi kesempatan untuk meneladani perjuangan, pengabdian, dan akhlak para pendahulu dalam membangun masyarakat.
”Semangat pengabdian para pendahulu harus terus diwariskan kepada generasi muda. Dengan begitu, Jepara akan tetap menjadi daerah yang religius, rukun, dan penuh kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.
Suasana religius semakin terasa dengan pembacaan Maulid Simtudduror yang dibawakan Jam’iyyah Rebana PP Nailun Najah Jepara bersama kelompok rebana dari Purwodadi, Grobogan.
Sebagai puncak acara, mauidhoh hasanah dan doa disampaikan oleh KH Misbahuddin dari Purwodadi, Grobogan.
(Zaenal Kominfo)


