Pencak Silat Piala Bupati Jepara 2026 Resmi Digelar

JEPARA – Kejuaraan pancak silat Bupati Cup yang dilaksanakan 18 hingga 20 April 2026 resmi digelar. Event beladiri tersebut berlangsung di Gedung Wanita Jepara, di buka langsung oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo dan juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Dewan Pembina Pencak Silat Kabupaten Jepara, H. Abdul Wachid, Sabtu (18/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, juga dihadiri Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara sekaligus Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Jepara, H. Arizal Wahyu Hidayat, Kepala Dinas Pariwisata Ali Hidayat, Ketua KONI Kabupaten Jepara Miftah Arifin, dan seluruh ketua Perguruan Pencak Silat yang ada di Jepara.

Kejuaraan pencak silat Bupati Cup ini diikuti sebanyak 1.100 para pendekar muda dari Jepara, Kudus, dan Pati. Ajang bergengsi itu merupakan panggung pembuktian generasi hebat di Jepara.

“Saya merasa bangga sangat luar biasa! Melihat ribuan pasang mata yang tajam dan penuh semangat di Gedung Wanita ini. Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk bertanding, tapi untuk menjaga warisan luhur bangsa kita, yakni Pencak Silat,”ujar Bupati Jepara.

Ada 400 atlet usia dini, 350 pra-remaja, dan 350 remaja. Ini adalah investasi besar bagi masa depan atlet pencak silat Jepara. Selain itu, ini juga menjadi bukti nyata bahwa Pencak Silat di Jepara tidak hanya hidup, tetapi
sedang “berlari kencang”.

Lanjut Mas Wiwit, Pemerintah Kabupaten Jepara sangat serius mendukung perkembangan olahraga. Semangat ini sejalan dengan visi kita: Jepara MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius). Disamping itu dengan adanya event seperti ini dapat membantu mengangkat pertumbuhan UMKM yang ada di kabupaten Jepara.

Dalam satu tahun terakhir, kita telah bekerja keras meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu hasilnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita naik menjadi 74,90. Kita juga konsisten memberikan Kartu Sarjana bagi siswa dan mahasiswa berprestasi, termasuk para atlet yang membawa nama baik daerah.

“Jadi, bagi kalian yang juara, jangan takut soal biaya sekolah. Pemerintah hadir untuk kalian,”tutur Mas Wiwit.

Melihat perkembangan silat di Jepara ini, Mas Wiwit meminta kepada seluruh stakeholder, KONI, Pengcab IPSI Jepara, dan perguruan/padepokan silat untuk terus melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan. Fasilitas olahraga akan terus kita perhatikan melalui dinas terkait.

Kita ingin atlet Jepara tidak hanya jago di kandang, tapi harus Unggul di tingkat nasional hingga internasional. Sinergi antar perguruan juga harus dijaga.

Ditambahkan Mas Wiwit, pencak silat harus menjadi perekat sosial, selaras dengan penghargaan yang baru saja Jepara terima sebagai Regency in the Wonderful Indonesia Impact Award untuk kategori Peaceful & Cultural Harmony.

“Kita harus membuktikan bahwa pendekar adalah penjaga kedamaian, bukan pemicu keributan. Mereka adalah petarung sejati,”tegas Mas Wiwit.

Mas Wiwit berpesan, bertandinglah dengan nyali yang besar, tapi tetap junjung tinggi sportivitas. Menang itu membanggakan, tapi jujur itu jauh lebih mulia.

“Kalian adalah calon pemimpin masa depan yang akan menjaga kelestarian budaya kita. Ingat, di gelanggang kita boleh menjadi lawan, namun di luar gelanggang kita adalah saudara. Untuk itu, terus tanamkan sikap andhap asor, jujur, dan disiplin,”pungkasnya. (Diskominfo Jepara/Umar Muslim)

error: Content is protected !!