JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam penanganan bencana longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling. Hal tersebut terlihat dari peninjauan langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin, didampingi Bupati Jepara Witiarso Utomo dan unsur Forkopimda Jepara, pada Selasa (13/01/2026).
Peninjauan difokuskan pada titik jalan utama yang sempat terputus akibat longsor, yang menyebabkan Desa Tempur dengan sekitar 3.600 kepala keluarga terisolasi. Kehadiran jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan berjalan cepat, terkoordinasi, dan sesuai kebutuhan warga.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pihaknya bersama Wakil Gubernur melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sejumlah wilayah di Jawa Tengah yang terdampak bencana.
“Saya dan Pak Wagub melakukan pengecekan termasuk penanganan daripada beberapa kabupaten/kota yang terdampak. Yang pertama Kudus, Jepara, kemudian Pati,” ujarnya.
Menurut Gubernur, kondisi terparah terjadi di Kabupaten Jepara, khususnya Desa Tempur. Namun berkat kerja cepat lintas sektor, akses perlahan mulai terbuka.
“Sehingga aksesnya bisa diterobos dengan kendaraan roda dua,” lanjutnya.
Pemprov Jateng bersama Pemkab Jepara juga telah mengerahkan alat berat dari Pusdataru dan pemerintah provinsi. Meski demikian, tantangan masih dihadapi akibat cuaca ekstrem yang terjadi selama beberapa hari terakhir.
“Karena hujan tinggi sudah lima hari berturut-turut, dari gunung airnya turun semua. Jadi kita perlu rencana yang lebih komprehensif, terutama penanganan sungainya. Rencananya sungai di sebelah kanan, baru bisa dibangun jalan,” jelasnya.
Di sisi pemenuhan kebutuhan dasar, pemerintah telah menyiapkan dapur umum serta jalur jalan setapak dan sepeda motor yang kini sudah bisa dilewati warga. Selain kebutuhan pangan, perhatian khusus juga diberikan pada keberlangsungan pendidikan anak-anak di Desa Tempur.
“Yang perlu kita backup adalah anak-anak sekolah. Tingkat PAUD hingga SMP masih di Tempur. Untuk SMA mungkin akan kita datangkan guru,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan awal, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan senilai Rp 260 juta dan membuka kemungkinan penambahan sesuai kebutuhan lapangan.
“Hari ini kita berikan bantuan Rp 260 juta. Nanti kita tambah lagi kalau dimungkinkan masih kurang,” tegas Gubernur.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi atas perhatian dan langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta seluruh pihak yang terlibat.
“Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur dan Pak Wagub yang langsung turun ke Tempur. Kehadiran beliau menjadi penguatan bagi kami dan masyarakat,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jepara akan terus berkolaborasi dengan Pemprov Jateng, TNI-Polri, relawan, dan seluruh unsur terkait dalam mempercepat proses penanganan.
“Kami memastikan penanganan tidak hanya pada pembukaan akses jalan, tetapi juga kebutuhan warga, terutama anak-anak sekolah, kesehatan, dan keamanan lingkungan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa Pemkab Jepara siap menyesuaikan langkah penanganan sesuai arahan dan evaluasi lapangan, termasuk menambah dukungan apabila masih diperlukan.
Bupati menyebutkan bahwa fokus utama saat ini adalah pemulihan akses serta memastikan aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan dengan aman.
Dengan adanya peninjauan langsung dan penguatan koordinasi lintas pemerintahan ini, diharapkan penanganan bencana longsor di Desa Tempur dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan menyentuh seluruh kebutuhan masyarakat terdampak. (DiskominfoJepara/YFR)





