Nguri-uri Warisan Leluhur, Warga Pesisir Desa Bondo Gelar Sedekah Laut

JEPARA – Tradisi sedekah laut menjadi salah satu budaya tahunan masyarakat pesisir di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang melimpah sekaligus doa keselamatan bagi para pencari ikan, di Pantai Bondo pada Kamis (4/6/2026).

Rangkaian acara diawali dengan kirab budaya dan doa bersama menuju Makam Mbah Sutojiwo (Mbah Suto Bondo) kemudian dilanjutkan pelarungan kepala kambing atau sesaji ke laut. Tradisi tersebut diikuti nelayan, tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga wisatawan yang datang menyaksikan kemeriahan acara.

Selain prosesi adat, sedekah laut di Desa Bondo juga dimeriahkan hiburan rakyat, pertunjukan seni tradisional, bazar UMKM, dan kegiatan keagamaan. Momentum ini sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, Ali Hidayat yang mewakili Bupati Jepara H. Witiarso Utomo mengungkapkan, tradisi sedekah laut merupakan wujud rasa syukur nelayan kepada sang pencipta, atas hasil laut yang melimpah. Selain itu, nelayan yang melaut diberi keberkahan serta keselamatan.

“Tradisi Sedekah laut di Desa Bondo sebagai bentuk rasa syukur nelayan kepada Allah SWT, atas hasil yang melimpah. Semoga para nelayan yang melaut, diberi keberkahan dan dapat kembali pulang ke rumah dengan selamat,”ucapnya.

Petinggi Desa Bondo, Purwanto mengatakan, tradisi sedekah laut tersebut sudah berlangsung sejak lama secara turun temurun. Ia bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, berharap, tradisi sedekah laut tetap dilestarikan sebagai warisan budaya leluhur serta memperkuat kebersamaan warga pesisir.

Acara ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian laut dan lingkungan pantai demi keberlangsungan mata pencaharian nelayan.

“Kami bersama warga tetap guyub rukun melestarikan sedekah laut Desa Bondo. Tradisi ini harus diuri-uri serta kita rawat bersama-sama sebagai warisan leluhur,”terangnya. (Diskominfo Jepara/STY)

error: Content is protected !!