JEPARA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara melakukan kunjungan pembinaan kepada para penyandang disabilitas yang tergabung dalam kelompok perajin batik di Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental (RPSDM) Waluyotomo, Jepara, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Dekranasda Jepara dalam mendorong pertumbuhan pelaku usaha kerajinan, khususnya batik ciprat eksklusif yang dihasilkan oleh warga binaan sosial di Waluyotomo. Pembinaan ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas wirausaha baru agar mampu mengembangkan produk kerajinan khas daerah yang memiliki nilai seni dan ekonomi.
Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara, Ny. Laila Saidah Witiarso Utomo, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk komitmen Dekranasda untuk mendampingi dan menguatkan para pelaku usaha dari kelompok masyarakat rentan.
“Saya merasa terharu sekaligus bangga melihat kreativitas karya batik yang dihasilkan para warga binaan sosial. Batik ini bukan hanya karya seni, tetapi juga simbol harapan, semangat, dan proses pemulihan kehidupan,” ujar Laila.
Menurutnya, setiap percikan warna pada kain batik ciprat menunjukkan bahwa kreativitas dan potensi seseorang tetap dapat tumbuh, bahkan dalam kondisi yang tidak mudah. Karena itu, pihaknya mengapresiasi para pengelola, pendamping, serta tenaga sosial di RPSDM Waluyotomo yang telah memberikan ruang pembinaan dan kesempatan bagi para warga binaan untuk berkarya dan membangun kepercayaan diri.
Melalui kegiatan ini, Dekranasda juga mendorong peningkatan kualitas produk, pengembangan desain, hingga strategi pemasaran agar batik ciprat Waluyotomo dapat dikenal lebih luas dan mampu bersaing di pasar.
Selain pembinaan, pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jepara kepada para warga binaan sosial, khususnya penyandang disabilitas mental yang aktif dalam kegiatan membatik serta para lanjut usia di panti tersebut.
Laila juga berpesan kepada para warga binaan agar terus semangat dalam menjalani kehidupan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Percayalah, setiap karya yang dihasilkan adalah langkah kecil menuju masa depan yang lebih baik. Kami dari Dekranasda akan terus berupaya membantu agar karya-karya ini semakin dikenal, dipasarkan, dan memiliki nilai ekonomi,” tuturnya.
Ia berharap dari tempat tersebut akan lahir kisah-kisah inspiratif yang menunjukkan bahwa dari keterbatasan dapat tumbuh kreativitas, kemandirian, dan harapan baru.
Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat, Dekranasda Jepara berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kerajinan lokal sekaligus memperluas ruang pemberdayaan bagi masyarakat agar mampu meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. (DiskominfoJepara/MB)




