SEMARANG – Muhammad Roziqin, warga Desa Kuanyar RT 1 RW 1 Kecamatan Mayong, seorang Pekerja Migran Indonesia di Jepang harus pulang ke tanah air dalam keadaan terbaring. Raungan sirine ambulan menyambut kedatangannya di Bandara Soekarno Hatta, Senin, (2/3/2026), dilanjutkan perjalanan menuju RSUP dr. Kariadi Semarang.
Dalam perawatan di Semarang, Ozi sapaan akrabnya bercerita tentang apa yang ia alami. Ia menceritakan, mulanya dirinya mengalami kesemutan di beberapa bagian tubuh, bukan kesemutan biasa tapi dalam jangka waktu yang lama.
“Dari gejala itu, saya kemudian lapor ke perusahaan. Pihak perusahaan di Jepang sangat baik dan menemani pengobatan saya dari awal sampai pulang,” ucapnya.
Ozi menjelaskan, apa yang ia alami bukan merupakan kondisi yang biasa. Ia bahkan mengaku hingga 3 kali berpindah rumah sakit untuk mengetahui apa yang sebenarnya ia alami.
Kemudian Ozi melakukan tindakan MRI Scan di sebuah rumah sakit di wilayah Okinawa, Jepang. Usai tindakan tersebut ditemukan adanya tumor di 5 titik, 2 di leher, 1 di kepala, dan 2 di tulang belakang.
“Tapi dokter disana juga masih belum tahu ini kanker jenis apa, sehingga diambil sampel dan dikirim ke Rumah Sakit yang ada di Tokyo. Baru diketahui kalau ini kanker langka berjenis Kanker Sarkoma,” kata Ozi.
Di Jepang, Ozi juga mendapatkan perawatan intensif, bahkan pimpinan (kaichou) perusahaan ia bekerja setiap hari datang menjenguk dan memantau perkembangan kesehatannya. Ia tampak berkaca-kaca menceritakan kebaikan pimpinannya, bahkan Ozi bercerita bahwa dirinya sudah dianggap sebagai anak sendiri.
Dari perawatan tersebut, Ozi menjelaskan bahwa penyakit yang diidapnya sangat langka dan susah disembuhkan karena di beberapa bagian ada sel kanker yang melilit jaringan saraf dan di sela-sela tulang.
“Karena itu kaichou saya menyarankan untuk pulang, bertemu keluarga. Siapa tau di Indonesia ada keajaiban, nanti kalau sembuh saya diminta untuk kembali ke sana lagi,” ujarnya.
Ozi menyayangkan sejumlah berita lokal Jepara yang menyebutkan bahwa pihak Jepang tidak memberikan penanganan yang baik. Menurutnya apa yang dilakukan Jepang dan perusahannya sangat baik dan penuh perhatian.
“Apa yang saya minta pasti dipenuhi, dan mengawal hingga awal sampai kepulangan. Bahkan kaichou saya juga mengantar sampai Jakarta, ketika saya pulang perawat di rumah sakit Jepang juga memberikan perpisahan,” tandasnya.
Ozi berharap agar media tidak menyebarkan informasi yang tidak benar. Sehingga hubungan yang telah terjalin, baik dirinya pribadi dengan perusahaan maupun Indonesia dan Jepang dapat terus terjaga tanpa mengecewakan salah satu pihak. (DiskominfoJepara/YFR)
