Bupati Jepara Buka MPLS SMPN 1 Mlonggo : Adik-adik Harus Punya Cita-cita yang Kuat untuk Meraih Kesuksesan

JEPARA – Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 di SMPN 1 Mlonggo mulai dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi awal tahun ajaran 2026/2027 dengan mengedepankan lingkungan belajar yang aman, inklusif, ramah anak, dan bebas perundungan.

Pembukaan MPLS Ramah ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit), Selasa (14/7/2026) di Lapangan Upacara SMPN 1 Mlonggo Jepara. Hal ini sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah yang akan berlangsung pada 13–18 Juli 2026.

Bupati Jepara H. Witiarso Utomo dalam sambutannya menyampaikan dihadapan murid-murid yang mengikuti upacara MPLS, anak-anak harus mempunyai cita-cita. Menurutnya, cita-cita sangat penting mengarahkan kehidupan kita.

“Seperti seni tari yang ditampilkan SMPN 1 Mlonggo yang penuh semangat. Potensi tersebut harus menjadi pemacu dan berkembang dalam diri adik-adik semua,”ucap Mas Wiwit.

Mas Wiwit menceritakan saat masih sekolah, rangkingnya biasa saja. Tetapi dengan cita-cita yang kuat, bisa berdiri di depan adik-adik semua sebagai Bupati Jepara.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, madrasah, keluarga, dan masyarakat. Membangun pendidikan bukan hanya tugas guru saja, melainkan tanggung jawab kita bersama,”tegasnya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Mlonggo Pahlur Ronji, menyambut positif MPLS di lingkungan sekolahnya. Menurutnya, kehadiran Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, akan menambah semangat dalam menuntut ilmu pendidikan.

Ia menjelaskan, murid baru SMPN 1 Mlonggo ada 11 kelas dan masing-masing kelas menampung 32 siswa. Dari total pendaftar sebanyak 870 anak, yang diterima 352 murid baru.

“Kehadiran Pak Bupati Jepara merupakan peristiwa besar dan kebanggaan seluruh warga sekolah, orangnya merakyat, mau foto bersama, terutama kepada murid-murid yang baru,”tuturnya.

Secara nasional, MPLS Ramah dan MATAMUDA 2026 menekankan penguatan karakter, pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan, pengenalan budaya sekolah atau madrasah, serta pembentukan kebiasaan positif sejak hari pertama peserta didik memasuki satuan pendidikan.

Nilai paling mahal bukanlah angka di rapor, tetapi akhlak, karakter yang akan kita bawa sepanjang hidup. (Diskominfo Jepara/STY)

error: Content is protected !!