Bupati Jepara Ajak Pengusaha Kembangkan Sektor Pariwisata

JEPARA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Jepara menyelenggarakan Workshop Kebangkitan Saudagar Jepara bertajuk “Mitos atau Etos” di Lucca Resort Bandengan, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan refleksi bagi para pelaku usaha, pemangku kepentingan, serta generasi muda untuk meninjau kembali semangat kewirausahaan masyarakat Jepara. Tema “Mitos atau Etos” diangkat untuk menguji apakah kejayaan saudagar Jepara di masa lalu hanya sebatas cerita, atau justru dapat dihidupkan kembali sebagai etos kerja dan budaya ekonomi masa kini.

Ketua Kadin Jepara, Andang Wahyu Triyanto, menegaskan pihaknya bersama berbagai asosiasi pengusaha di Jepara siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara, guna mendorong pertumbuhan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Workshop ini diharapkan mampu mendorong kebangkitan pelaku usaha lokal agar lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat jejaring bisnis di tingkat daerah maupun nasional.

“Ini bukan soal mitos, tapi bagaimana kita membangun etos. Semangat saudagar Jepara harus kita hidupkan kembali dengan kerja keras, inovasi, dan kolaborasi,” ujarnya.

Andang juga mendorong pelaku usaha, khususnya generasi muda, agar tidak ragu untuk terjun ke dunia wirausaha. Menurutnya, keberanian mengambil peluang dan kemampuan membaca pasar menjadi kunci dalam menghadapi persaingan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menggali potensi ekonomi Jepara, khususnya di sektor unggulan seperti mebel, ukir, dan pariwisata.
Melalui forum ini, Kadin Jepara menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan membangun semangat saudagar yang tangguh, berintegritas, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Bupati Jepara saat menghadiri Workshop Kebangkitan Saudagar Jepara bertajuk “Mitos atau Etos” di Lucca Resort Bandengan, Foto: Diskominfo Jepara.

Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit), mengajak para pengusaha untuk bersama-sama memajukan sektor ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Jepara. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha guna mengoptimalkan potensi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Mas Wiwit, pertumbuhan ekonomi di Jepara melonjak ke angka 5,91 persen pada Triwulan III 2025 lalu. Angka tersebut naik signifikan jika dibanding tahun sebelumnya 4,22 persen.

Pertumbuhan ekonomi yang terjadi, juga berhasil mendongkrak kesejahteraan masyarakat Jepara. Tingkat kemiskinan bisa ditekan dari 6,09 persen menjadi 5,79 persen.

Total investasi di Jepara mencapai 2 triliun, dengan penyerapan lebih dari 36 ribu tenaga kerja. Hal itu menunjukkan, bahwa iklim investasi berjalan sehat.

“Kami telah membina 180 UMKM naik kelas dan melatih ratusan tenaga kerja. Saya berharap lokomotif industri dan perdagangan dapat terus melaju dan dipercepat,”jelasnya.

Tidak hanya itu, sektor pariwisata juga menjadi perhatian Bupati Jepara. Dikatakan Mas Wiwit, sumber daya alam, dan sumber daya manusia sudah tersedia.

Mas Wiwit menegaskan bahwa dengan ketersediaan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, langkah selanjutnya adalah bagaimana mengelola dan mengoptimalkannya secara tepat agar memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Di Jepara semua sudah tersedia, dari kuliner masakannya juga enak. Konsep kita, wisatawan yang datang ke Jepara terlayani dengan baik dan yang dicari tersedia. Ini akan meningkatkan pendapatan asli daerah,”terang Mas Wiwit.

Momen hari itu menjadi istimewa, karena Bupati Jepara H. Witiarso Utomo mendapat ucapan selamat ulang tahun ke-44 dari pengurus Kadin dan tamu undangan yang hadir. (Diskominfo Jepara/STY)

error: Content is protected !!