Buka Puasa dan Tarawih Bersama PCNU Jepara : Bupati Jawab Keluhan Warga Soal Lampu Jalan dan Marka Hilang

JEPARA – Suasana kebersamaan dan keakraban mewarnai acara buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan sholat berjamaah di Gedung PCNU Kabupaten Jepara, Senin (16/3/2026) sore. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahim di bulan suci Ramadan sekaligus wujud rasa syukur atas nikmat kesehatan dari Allah SWT.

Acara yang dihadiri langsung oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar) ini juga diramaikan oleh jajaran Forkopimda, serta pengurus dan banom Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Jepara. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan, tahlil, sambutan-sambutan, doa, dilanjutkan takjil dan buka bersama, serta sholat berjamaah Magrib, Isya, dan Tarawih.

Momen kebersamaan ini juga dimanfaatkan untuk dialog interaktif antara pengurus NU dan jajaran pemerintah daerah. Sejumlah pertanyaan dan masukan disampaikan terkait kondisi infrastruktur di Jepara.

Salah satu sorotan adalah kondisi lampu penerangan jalan di kawasan Teluk Awur yang dilaporkan mati. Menanggapi hal ini, Bupati Witiarso Utomo memberikan penjelasan. “Kurang lebih 2.500 lampu penerangan jalan saat ini dalam kondisi mati. Insyaallah akan segera dianggarkan setelah kami diskusikan dengan Sekda. Fokus kami saat ini adalah menghidupkan kembali lampu-lampu yang ada, dan kami targetkan tahun 2027 seluruhnya bisa selesai,” ujar Bupati.

Ia menambahkan bahwa untuk tahun 2026, konsentrasi anggaran lebih difokuskan pada perbaikan jalan yang sudah banyak telah dilakukan. “Setelah jalan diperbaiki, barulah kami akan fokus pada penerangan jalan secara menyeluruh,” imbuhnya.

Masalah marka jalan yang mulai memudar juga menjadi perhatian dalam dialog tersebut. masyarakat menyampaikan bahwa marka jalan yang hilang turut berkontribusi terhadap risiko kecelakaan lalu lintas.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Dinas PU untuk segera membuat marka yang bagus. Terlebih di tahun 2027, pembangunan jalan menuju kawasan wisata akan menjadi prioritas, sehingga marka jalan harus jelas demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan,” tegasnya.

Di tengah dialog, Bupati juga menyampaikan sejumlah kabar baik terkait kesejahteraan guru dan pendidikan madrasah di Jepara. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp25 miliar untuk kesejahteraan guru madin dan madrasah.

Selain itu, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk madrasah tahun ini mencapai 17.975 siswa, jumlah tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Secara keseluruhan, ada 25 ribu penerima PIP untuk madrasah tahun ini. Kami juga memberikan 4 unit smart board untuk madrasah sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan,” papar Bupati.

Terkait revitalisasi madrasah, Bupati menegaskan bahwa tidak ada perbedaan perlakuan antara madrasah negeri maupun swasta. “Kewajiban negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, semua sama,” tegasnya.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk mendoakan pemerintah khususnya Komisi VIII DPR RI yang terus mengupayakan agar guru madrasah bisa mendapatkan gaji setara Upah Minimum Regional (UMR).

Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan ajakan terbuka kepada PCNU dan Muhammadiyah untuk bersama-sama merumuskan program kerja tahun 2026. “Mari kita kolaborasi, apa saja program yang bisa kita jalankan bersama untuk membangun Jepara. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kita butuh sinergi dengan seluruh elemen masyarakat,” ajaknya.(Diskominfojepara/MRF)

error: Content is protected !!