JEPARA – Tiga sekolah meraih juara pertama Kirab Budaya Merah Putih Kabupaten Jepara 2026, Selasa (18/8). Juara kategori PAUD/TK diraih TK Terpadu TA NU Jepara, kategori SD/MI oleh SD Negeri 2 Panggang Jepara, dan kategori umum oleh SMP Negeri 6 Jepara. Ketiganya mengangkat tema berbeda. Mulai dari Perang Obor hingga visi pertanian berbasis teknologi.
Anggota dewan juri, Sarjono, mengatakan penilaian meliputi kreativitas, penampilan, kekompakan, dan kesesuaian tema. Aspek tersebut menjadi dasar penentuan pemenang dalam kirab yang diikuti 59 peserta. “Penilaian meliputi penampilan, kreativitas, kekompakan, dan tema. Seluruh peserta sudah memenuhi kriteria tersebut,” kata dia disela penjurian.
TK Terpadu TA NU Jepara mengangkat tradisi Perang Obor Tegalsambi. Tradisi tersebut dikemas dengan penampilan modern tanpa meninggalkan nilai dan bentuk aslinya.
Selain Perang Obor, peserta juga memperkenalkan kintelan sebagai kuliner khas Tegalsambi. Penyajiannya dibuat dengan sejumlah variasi rasa yang menyesuaikan perkembangan zaman.
Guru pendamping TK Terpadu TA NU Jepara, Lia, mengatakan persiapan penampilan dilakukan selama sekitar dua pekan. Para siswa juga dikenalkan dengan pentingnya melestarikan tradisi lokal.
SD Negeri 2 Panggang mengusung konsep Jepara Heritage Future. Penampilan mereka mengangkat sejumlah tokoh sejarah Jepara, yakni Ratu Sima, Ratu Kalinyamat, dan R.A. Kartini.
Konsep tersebut menghubungkan warisan sejarah dengan pandangan tentang masa depan. Sejarah ditempatkan sebagai pijakan untuk melihat perkembangan Jepara ke depan.
Sementara itu, SMP Negeri 6 Jepara mengangkat tema swasembada pangan. Penampilan mereka menggambarkan kondisi pertanian Jepara pada masa lalu hingga proyeksi pertanian berbasis teknologi pada 2040.
Para siswa menampilkan Tari Tandur, Memedi Gadu, dan Dewi Sri sebagai bagian dari gambaran pertanian tradisional. Mereka kemudian menampilkan traktor dan drone untuk menggambarkan modernisasi pertanian.
Kapal KM Jepara Mulus menjadi simbol harapan agar hasil pertanian Jepara dapat menembus pasar internasional. Konsep tersebut menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi dan orientasi ekonomi.
Bunda PAUD Kabupaten Jepara Laila Saidah Witiarso mengapresiasi kreativitas peserta dari berbagai jenjang. Ia juga menilai keberanian mereka tampil menjadi bagian penting dalam kirab tersebut. “Saya bangga sekali dengan kreativitasnya mereka, mentalnya mereka dan keberanian untuk tampil di hari ini,” ujarnya. (DiskominfoJepara/AP)
