JEPARA – Kirab budaya mewarnai prosesi pergantian luwur makam Kanjeng Adipati Tjitrosomo dalam rangka Haul Kanjeng Adipati Tjitrosomo yang digelar di Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna, Kepala Diskominfo Jepara Budhi Sulistiyawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ali Hidayat, Kabag Kesra Setda Jepara Karna Nejeng, Camat Kalinyamatan Umrotun, serta jajaran Forkopimcam Kalinyamatan.
Kegiatan ini terselenggara atas inisiasi dan dukungan PAKASA Jepara bekerja sama dengan Yayasan Adipati Tjitrosomo sebagai pihak ahli waris dan keturunan Bupati Jepara Tjitrosomo I–VII, serta Pemerintah Desa Sendang dan Desa Purwogondo. Kirab luwur diawali dari depan Gedung NU Purwogondo menuju kompleks makam Kanjeng Adipati Tjitrosomo di Desa Sendang. Prosesi tersebut diikuti Wakil Bupati Jepara, kepala OPD, unsur Forkopimcam, keluarga trah Kanjeng Adipati Tjitrosomo, serta masyarakat. Kirab dipimpin langsung oleh Manggala dan melibatkan sekitar 200 peserta yang terdiri dari Bregada Prajurit Nguntara Praja, Prajurit Korsik Sura Praja, serta berbagai elemen masyarakat.
Setelah prosesi kirab dan pergantian 13 luwur makam, kegiatan dilanjutkan dengan perebutan gunungan hasil bumi yang disambut antusias oleh masyarakat yang hadir di area makam Sendang. Ketua PAKASA Jepara, Bambang Setiawan Adiningrat, menyampaikan bahwa kirab budaya merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Haul Bupati Jepara Tjitrosomo yang diselenggarakan setiap tahun.
Menurutnya, keterlibatan PAKASA Jepara dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen untuk menjaga dan melestarikan adat, tradisi, serta budaya warisan leluhur. Sementara itu, Ketua Panitia Haul Kanjeng Adipati Tjitrosomo, Edy Kadarisman, menjelaskan bahwa rangkaian haul tahun ini diawali dengan pelepasan luwur dan jamasan pusaka, kemudian ditutup dengan pengajian umum serta santunan yatim piatu pada Kamis (25/6/2026).
“Harapan kami, ke depan kirab luwur ini dapat terus dilaksanakan dengan lebih meriah dan menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Jepara sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur serta tokoh-tokoh pendahulu Jepara,” ujarnya.
Wakil Bupati Jepara, Gus Hajar, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung keberlangsungan kegiatan tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Jepara siap mendukung kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap tahun untuk menghormati para sesepuh Jepara sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar Desa Sendang,” ujar Gus Hajar.
Melalui kirab budaya dan pergantian luwur ini, nilai-nilai sejarah, budaya, dan penghormatan kepada para leluhur terus dijaga, sekaligus menjadi daya tarik budaya yang berpotensi mendukung pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat. (Diskominfo Jepara/Umar Muslim)



