JEPARA – Santri tunarungu di Jepara mulai merintis usaha batik setelah mengikuti pelatihan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2025. Kelompok Batik Santui Jepara kini mengembangkan produksi sekaligus pemasaran batik secara mandiri.
Kisah tersebut mengemuka dalam pembukaan PKW 2026 di Pendopo Kartini Jepara, Selasa (19/5/2026). Program ini merupakan kerja sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), dengan peserta dari berbagai daerah.
Perwakilan Batik Santui Jepara, M. Zainal Abidin, mengatakan kelompoknya dibentuk untuk mengembangkan keterampilan membatik bagi santri tunarungu di Jepara. Para peserta mempelajari batik tulis, batik cap, hingga ecoprint. “Ke depan, keterampilan ini ingin kami jadikan usaha mandiri,” kata dia.
Ia menyebut proses pelatihan sempat terkendala komunikasi. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi setelah metode pembelajaran disesuaikan oleh pengajar.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan PKW menjadi bagian dari upaya pemberdayaan anak muda, termasuk penyandang disabilitas. Ia menyebut program ini juga menyasar anak tidak sekolah usia 15 hingga 25 tahun. “Tahun 2025 ada peserta santri bisu tuli yang mulai merintis usaha kecil. Ada yang sudah mampu berproduksi, bahkan bekerja di usaha batik,” ujarnya.
Pada 2026, kata dia, Jepara kembali menerima program PKW dengan 30 peserta. Pihaknya berharap program tersebut memperluas akses keterampilan dan peluang usaha masyarakat.
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen mengatakan PKW merupakan program prioritas pemerintah untuk mencetak wirausaha muda. Pada 2026, skema tersebut menargetkan lahirnya sekitar 9.500 wirausaha muda dari berbagai daerah. “Peserta tidak hanya mendapat pelatihan. Mereka juga dibantu modal usaha dan perlengkapan untuk memulai usaha,” kata dia.
Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Metty Herindra, meminta peserta memanfaatkan pelatihan dengan sungguh-sungguh serta mendorong pemerintah daerah mendampingi peserta setelah pelatihan agar usaha mereka berkembang.
Usai pembukaan program, rombongan meresmikan kafe DEKA Coffee & Eatery di Galeri Dekranasda Jepara. Mereka juga meninjau dan berbelanja produk UMKM di galeri tersebut, serta melihat praktik membatik oleh alumni PKW 2025. (DiskominfoJepara/AP)



