JEPARA – Pameran seni ukir “Tatah” akan digelar pada 20 April hingga 5 Juli 2026. Pameran berbasis riset ini menampilkan perjalanan panjang seni ukir Jepara dari tradisi hingga karya kontemporer.
Kegiatan tersebut digagas Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), bersama Pemerintah Kabupaten Jepara dan Rumah Kartini Jepara. Pameran akan berlangsung di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, pameran ini menjadi upaya meningkatkan kualitas dan posisi karya pengukir Jepara.
“Pameran ini kami dorong untuk menaikkan level pengrajin,” ujarnya saat gelar wicara daring yang berlangsung pada Sabtu (11/4/2026) siang dari ruang kerjanya, dan disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi nasional.
Ia menambahkan, pameran juga mengenalkan proses pembuatan ukir kepada masyarakat. Proses tersebut meliputi pemilihan bahan, pengerjaan, hingga menjadi produk jadi.
Akademisi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada sekaligus tim riset pameran, Arif Akhyat, mengatakan, ukir Jepara berkembang dari pertemuan berbagai budaya di wilayah pesisir. “Jepara menjadi titik pertemuan budaya yang membentuk kekhasan seni ukir,” tuturnya.
Sementara itu, kurator pameran Suwarno Wisetrotomo menilai, pameran “Tatah” tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga proses dan ekosistem seni ukir. “Ukir bukan sekadar produk, tetapi bagian dari perjalanan budaya masyarakat,” kata dia.
Selain pameran karya, kegiatan ini juga akan diisi diskusi, seminar, dan pemutaran film Kartini. Pameran ini diharapkan menjadi ruang bagi publik untuk memahami lebih jauh perkembangan seni ukir Jepara. (DiskominfoJepara/AP)
