JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara melalui BPBD bergerak cepat menangani longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kecamatan Keling, pada Rabu malam hingga Kamis dini hari (11-12/3/2026). Longsor tersebut sempat menutup sebagian akses jalan di jalur Leki akibat material batuan besar yang jatuh dari tebing.
Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menjelaskan bahwa longsor dipicu hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Keling pada Rabu malam. Kondisi tersebut juga sempat menyebabkan aliran listrik padam di sejumlah wilayah.
BPBD Jepara bersama Forkopimcam, pemerintah desa, serta relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) langsung melakukan asesmen dan penanganan di lokasi. Pembersihan material longsor dilakukan menggunakan alat berat, termasuk excavator dan breaker untuk memecah batuan berukuran besar yang menutup badan jalan.
“Kami berupaya membuka jalur yang sempat tertutup material longsor agar akses masyarakat bisa kembali digunakan secara bertahap,” ujar Arwin.
Sejumlah instansi turut terlibat dalam penanganan tersebut. PLN melakukan pemasangan dua tiang listrik baru untuk menggantikan tiang yang rusak, sementara Dinas PUPR membantu dengan material urugan untuk memperbaiki bagian jalan yang terdampak.
“Target kami dalam dua sampai tiga hari jalur sudah bisa dilalui kendaraan kecil, dan kami upayakan dalam waktu sekitar satu minggu kondisi jalan dapat kembali normal,” tambahnya.
Selain penanganan di jalur Leki, upaya penguatan tebing juga dilakukan di kawasan Kaliombo yang masih berada di wilayah Desa Tempur. Di lokasi tersebut, proses lanjutan pemasangan bronjong masih terus dikerjakan untuk mengurangi risiko longsor.
BPBD Jepara mengimbau masyarakat tetap waspada karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih berpotensi terjadi longsor susulan, terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi. (DiskominfoJepara/YFR)



