Pengamanan Ketat Laga Persebaya vs Persijap, Pemkab Jepara Siagakan 590 Personel Gabungan

JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bersama aparat gabungan melakukan pengamanan ketat dalam pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Persijap Jepara yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026) malam. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertandingan berlangsung aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat Jepara yang menyaksikan laga tersebut.

Pengamanan melibatkan unsur Polres Jepara, Polres Blora, Polres Grobogan, Kodim 0719/Jepara, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara, serta petugas keamanan setempat. Total sebanyak 590 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan jalannya pertandingan, termasuk 37 personel dari masing-masing Polres dan 30 personel Brimob.

Kegiatan pengamanan diawali dengan apel gabungan di depan Olympic Pool Kompleks Gelora Bumi Kartini Jepara. Dalam apel tersebut, seluruh personel menerima arahan teknis terkait tugas dan tanggung jawab masing-masing, termasuk langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan di dalam maupun di sekitar stadion.

Kepala Bagian Operasi Polres Jepara, Kompol Sutono, menegaskan bahwa pengamanan dilaksanakan secara humanis. “Kita harus melaksanakan tugas secara humanis. Yang kita hadapi adalah warga dan masyarakat kita sendiri, sehingga keamanan dan kenyamanan harus kita jaga bersama dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Meskipun berdasarkan regulasi PSSI suporter Persebaya tidak diperkenankan hadir dalam laga tandang ke Jepara, Pemkab Jepara bersama Polres Jepara tetap menyiagakan pengamanan maksimal guna mengantisipasi berbagai kemungkinan. Diperkirakan terdapat sekitar 1.000 suporter yang berada di wilayah Jepara, termasuk yang tidak terorganisir, sehingga kewaspadaan tetap ditingkatkan.

Kompol Sutono menjelaskan, suporter Persebaya (Bonek) yang hadir telah dipusatkan bersama suporter Jepara (CNS) di kawasan Bandengan sebelum diberangkatkan ke stadion menggunakan kendaraan dari Satpol PP dan Polres Jepara. Kendaraan suporter diarahkan untuk parkir di Terminal Jepara.

“Sebelum masuk stadion, seluruh suporter akan melalui proses screening satu per satu. Gerbang utama diperkuat, dan kami tempatkan 40 personel di tribun VIP Selatan untuk pengamanan. Mengingat saat ini bulan Ramadan, kami mengantisipasi kemungkinan adanya barang terlarang seperti petasan,” jelasnya.

Sebagai langkah tambahan untuk menjaga kondusivitas, Pemkab Jepara juga menyiapkan titik nonton bareng (nobar) pertandingan yang dipusatkan di Terminal Jepara. Penyiapan lokasi nobar tersebut merupakan hasil koordinasi antara pimpinan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara bersama Polres Jepara, yang merekomendasikan agar fasilitas nobar disediakan di area terminal guna memudahkan pengawasan serta pengendalian massa suporter.

Selain pengamanan, Pemkab Jepara juga menyiapkan langkah pelayanan kemanusiaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan 3.000 paket makanan dan Dinas Sosial menyiapkan 1.000 paket, sehingga total tersedia 4.000 paket makanan bagi suporter. Sebanyak 2.000 paket didistribusikan menjelang waktu berbuka puasa, dan 2.000 paket lainnya dibagikan setelah pertandingan selesai.

Sebagai langkah antisipasi, pada menit ke-80 pertandingan, suporter akan diarahkan keluar secara bertahap menuju kendaraan masing-masing di Terminal Jepara guna menghindari penumpukan massa.

Pemkab Jepara menegaskan bahwa upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah bersama aparat keamanan dalam menjaga ketertiban umum sekaligus memberikan pelayanan yang humanis kepada suporter. Diharapkan seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai. (DiskominfoJepara/MB)

error: Content is protected !!