Inovasi Pelajar Siap Warnai Pembangunan Jepara

JEPARA – Inovasi generasi muda menjadi tumpuan arah pembangunan Kabupaten Jepara. Hal itu ditegaskan Bupati Jepara Witiarso Utomo, melalui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Arif Darmawan. Itu pada babak final Jepara Innovation Award (JIA) Volume 2 di Unisnu Jepara, Selasa (10/2/2026).

Arif Darmawan menyampaikan, Pemkab menempatkan inovasi sebagai bagian dari kebijakan strategis pembangunan daerah. JIA diharapkan menjadi sarana pembinaan inovator daerah, khususnya dari kalangan pelajar SMA dan SMK sederajat. “Kami menempatkan inovasi sebagai kata kunci perubahan. Kehadiran Jepara Innovation Award ini kami harapkan menjadi instrumen pembibitan inovator daerah,” ujarnya.

Menurutnya, JIA tidak hanya menjadi ajang perlombaan. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang pembinaan, apresiasi, dan pengujian gagasan inovatif. “Jepara Innovation Award harus menjadi ruang pembinaan, ruang apresiasi, sekaligus ruang pengujian gagasan untuk menjawab tantangan nyata pembangunan Jepara,” kata dia.

Arif juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Jepara, khususnya Bidang Penelitian dan Pengembangan. Apresiasi juga diberikan kepada PT Bhumi Jati Power melalui program CSR serta Unisnu Jepara sebagai penyelenggara.

Ia menyebut, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi diperlukan untuk membangun ekosistem inovasi daerah. “Kolaborasi seperti ini selalu kita perlukan untuk membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan di Kabupaten Jepara,” kata dia.

Berdasarkan laporan Bapperida, lanjutnya, JIA Volume 2 telah berjalan sejak Oktober 2025. Jumlah pendaftar tercatat sebanyak 98 peserta. Peserta kemudian diseleksi menjadi 40 besar. Dari jumlah tersebut, terpilih 12 inovasi terbaik yang tampil di babak grand final.

Ia menambahkan, inovasi perlu didorong ke tahap pembinaan lanjutan, inkubasi, dan pengembangan. “Tugas kita bersama adalah mengawal agar potensi ini tidak berhenti di panggung lomba,” tandasnya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa tema inovasi yang dihadirkan para finalis mencakup bidang pertanian, perikanan, energi terbarukan, pengelolaan limbah, kesehatan, hingga inklusivitas. Tema tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah.

Sementara itu, Rektor Unisnu Jepara Abdul Djamil menyampaikan bahwa semangat inovasi generasi muda Jepara berakar dari nilai keberanian yang diwariskan tokoh-tokoh sejarah Jepara. “Orang Jepara itu memiliki keberanian. Karena itu, anak-anak muda Jepara hari ini wajar jika berani membuat inovasi,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya meneladani negara yang konsisten membangun inovasi. “Produk inovasi itu lahir dari proses yang panjang dan konsisten,” kata dia.

Perwakilan PT Bhumi Jati Power Ari Wibawa Nurma Saputra menyampaikan, karya inovasi para pelajar dinilai aplikatif dan berpotensi diterapkan di masyarakat. “Inovasi tidak selalu harus canggih. Yang penting bisa dipakai secara berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata dia.

Ia juga menyebut pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dapat digunakan sebagai sarana pengembangan ide inovasi.

Pada ajang tersebut, Juara I diraih SMA Negeri 1 Jepara dengan inovasi STOVIX, pengaman otomatis kompor gas LPG dua tungku berbasis IoT(Internet of Things). Juara II diraih SMA Muhammadiyah 2 Mayong dengan inovasi Bio Growth Bag, kemasan ramah lingkungan berbasis embedded seeds. Juara III diraih MA Matholi’ul Huda Bugel dengan inovasi Rice Guard, alat pengering dan pelindung padi berbasis tenaga surya.

Juara Harapan I diraih MAN 1 Jepara dengan inovasi AGRO-PRES, sistem pengusir hama berbasis IoT. Juara Harapan II diraih SMA Negeri 1 Jepara dengan inovasi kursi REFILA berbasis limbah botol plastik. Juara Harapan III diraih SMA Islam Jepara dengan inovasi Smart Kinetic Pavement, sistem paving penghasil energi. (DiskominfoJepara/AP)

error: Content is protected !!